People

 

Estigi

20 March 2013

Di suatu siang, Berrybenka berkunjung ke workshop milik Estigi dan mengobrol seputar fashion bersama sang desainer, Zsa Zsa. Besar di lingkungan yang dekat dengan seni, sedari kecil Zsa Zsa selalu punya bakat dan minat besar terhadap dunia seni. Ia pun memutuskan melanjutkan ke sekolah desain, Esmod Jakarta dan bekerja sebagai desainer di beberapa brand fashion sampai akhirnya ikut mendirikan dan mendesain untuk Estigi selama 2 tahun terakhir ini.

zsa zsa Estigi

Kenapa memilih nama Estigi?
Estigi berasal dari nama founder kami, Esti Dwiyanti yang awalnya membuat sebuah fashion brand dengan nama Esti Gallery yang diperuntukkan untuk segmen young moms. Kemudian muncul ide untuk mendirikan line baru yang diperuntukkan bagi wanita urban berusia 20-30. A fashion line for career women. Dan di sini, saya masuk sebagai desainernya.

Can you tell us more about Estigi?
Estigi ini adalah working wear yang didesain dengan kepribadian yang fun. Dengan Estigi, baju ke kantor tidak lagi kaku atau membosankan. Saya banyak mendesain pakaian yang bisa dipakai untuk hang out sepulang kantor. Just take off you blazer and you’re ready to party. If Estigi were a woman, she’d be someone smart and carefree.

Menurut saya, para perempuan urban di usia 20an adalah fashion muse Estigi. Karena itu, saya banyak mendesain busana dengan mengutaman kenyamanan customer kami. Tidak perlu selalu mengikuti tren, karena tren berubah dengan cepat dan mungkin tidak sesuai dengan gaya personal. Awalnya, Estigi banyak terinspirasi gaya country look, namun seiring berjalannya waktu, desain Estigi kini tampil lebih modern dan dinamis. Gaya dinamis yang saya terapkan pada setiap desain Estigi biasanya lebih kepada permainan motif. Untuk warna, saya banyak menggunakan palet warna hitam, nude, dan cokelat yang netral dan hangat, pemilihan warna ini didesain agar customer tidak direpotkan saat mix and match sebuah pakaian.

Estigi

Sebagai seorang desainer, biasanya personal style ikut memengaruhi desain, is it true?
Sedikit banyak, tentu gaya dan preferensi seorang desainer ikut memengaruhi karyanya. Kebetulan usia saya masih masuk ke dalam usia target market Estigi, jadi lebih mudah bagi saya untuk mendesain pakaian yang akan disukai juga oleh customer kami. Maka, saya tidak pernah memaksa mendesain hanya untuk mengikuti tren. To me, it’s unfair to design something I’m not really comfortable with. Di dalam koleksi Estigi, kita bisa melihat sentuhan sporty dan clean cutting yang bisa mencerminkan gaya personal saya.

Siapa sih desainer favorit Zsa Zsa?
Untuk saya, desainer yang menginspirasi adalah para desainer indie yang berkarya bukan melulu mengikuti tren atau color palette yang sedang in. Para desainer indie yang masih idealis, tidak mengutamakan profit dan keuntungan di atas keinginan untuk berkarya. Beberapa yang menginspirasi saya adalah WED (Wear Emerging Designer) -sekelompok desainer indie asal Singapura- dan di Indonesia, saya suka rancangan clean ala Nikicio.

Untuk Zsa Zsa sendiri, apa sih fashion must have item untuk semua wanita?
Confidence. Untuk saya, fashion statement seseorang adalah tentang diri kita sendiri. So just be yourself, it’s not about what you’re wearing, what matters is what comes from within. Ada sebuah quotes yang saya suka dan menurut saya paling pas menggambarkannya: “Nothing you wear is more important than your smile.”

share it